Jumat, 31 Desember 2010

Jika Bukan Dia..

Jika Bukan Dia...
aku tak akan pernah berhenti menganggap diriku bodoh karena tidak berhasil mengerjakan sesuatu.
Jika Bukan Dia...
aku takkan pernah belajar bagaimana mencoba membuka lembaran baru..
Jika Bukan Dia...
aku takkan pernah mengenal bagaimana sebuah pengorbanan itu dilakukan.
Jika Bukan Dia...
aku takkan belajar untuk mengungkapkan apa yang aku mau,karena harusnya aku tahu dia bukan paranormal yang bisa membaca pikiranku...
Jika Bukan Dia...
aku akan terus menganggap menangis = cengeng...
Jika Bukan Dia...
aku takkan belajar bagaimana seharusnya aku menyelesaikan suatu masalah bersama.
Jika Bukan Dia...
aku takkan pernah merasa menjadi istimewa...
Jika Bukan Dia..
siapa lagi???belum pernah aku bertemu laki-laki selain Dia yang benar - benar mengubah hidupku

Kamis, 30 Desember 2010

Dia..
aku tak pernah berpikir dia akan masuk dalam kehidupanku.
aku bahkan nggak pernah mikir kalo dia bisa meruntuhkan hatiku secepat ini.
aku bahkan ngga pernah nyangka sosoknya selalu kurindukan.
aku bahkan ngga sempat merasakan kenangan itu muncul lagi dalam setiap waktuku.

Ya Allah Ya Rabb..
aq tidak pernah meminta padaMu untuk mengirimku laki-laki dengan segala keistimewaan,,
Tapi Ya Allah,
Engkau memberiku yang paling istimewa..
dia laki-laki yang benar-benar melengkapi hidupku,membuatku merasa sempurna,dan membuatku merasa benar-benar hanya aku di hatinya.
semoga bukan hanya perasaanku,semoga semua ini nyata

kenangan itu..
Ya aku memang belum sepenuhnya melupakan kenangan itu..
bahkan men-delete-nya dari list kehidupanku.
kadang kenagan itu begitu menyesakkan,
membuatku ingin menangis dan berharap kenagan itu tak pernah datang..
tapi Ya Rabb..
dari kenangan itu aku belajar banyak hal...
lebih bisa berhati - hati dalam setiap langkah dan keputusanku..
tapi Ya Rabb..
ketika tiba - tiba kenangan itu menyeruak masuk dalam otakku,,saat semua kenagan indah tergambar jelas dalam memori otakku..
sejenak aku sedikit menyisihkan Dia dari otakku,,,
andai dia tidak selalu hadir dalam waktuku dan bermain dalam anganku,,kupastikan kenangan itu akan kembali menjangkiti otakku bagai virus kanker stadium 4 yang akan menyebar cepat dan mematikan...

ketika Dia tersenyum padaku,kenangan itu seakan menggelinding menjau..
menjauh dan sangat jauh..
senyum itu membentuk tameng antibodi yang melindungiku dari virus kenangan itu..
ketika Dia menyapaku lembut,,,
kenangan itu seketika mengalir keluar dari otakku tanpa bekas
Ketika Dia menyentuhku lembut..
seakan itu tamparan untuk kenagan itu agar kenangan itu tak pernah mendekat padaku...

Dia..
aku membutuhkannya..
karena takkan pernah ada Dia yang lain .

;;

By :
Free Blog Templates